TENTANG IBAMA

Institut Badri Mashduqi (IBAMA) merupakan perguruan tinggi wakaf yang berada di bawah naungan
Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan. IBAMA didirikan sebagai wujud komitmen yayasan dalam
mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang berlandaskan nilai-nilai pesantren, keilmuan, dan
pengabdian kepada umat. Sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, IBAMA mengintegrasikan tradisi
keilmuan Islam klasik dengan ilmu pengetahuan kontemporer, serta menanamkan nilai adab, akhlak, dan
kemandirian kepada seluruh sivitas akademika. Sistem pendidikan di IBAMA dirancang tidak hanya untuk
menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter santri dan memiliki
kepedulian sosial. IBAMA berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang mampu
berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendekatan santripreneur, yaitu penguatan jiwa
kewirausahaan santri yang berlandaskan etika Islam dan kemandirian ekonomi umat. Dengan dukungan
lingkungan pesantren dan tata kelola kelembagaan yang profesional, IBAMA terus berupaya menjadi
pusat pengembangan keilmuan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

VISI IBAMA

Menjadi perguruan tinggi berbasis pesantren yang unggul dalam pengembangan keilmuan Islam dan santripreneur yang berdaya saing nasional pada tahun 2045

MISI IBAMA

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang mengintegrasikan ilmu keislaman,
keilmuan modern, dan pembentukan karakter santri.
2. Mengembangkan budaya akademik dan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan umat,
pesantren, dan dunia usaha berbasis syariah.
3. Menumbuhkan jiwa santripreneur melalui pembelajaran kewirausahaan, inkubasi bisnis, dan praktik
usaha berbasis nilai-nilai Islam.
4. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan pesantren dan
ekonomi umat
5. Membangun jejaring kemitraan strategis dengan pesantren, dunia industri, lembaga keuangan
syariah, dan instansi pemerintah.
6. Mengembangkan tata kelola kelembagaan yang profesional dan berkelanjutan berlandaskan nilainilai pesantren.

TUJUAN IBAMA

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan keilmuan Islam yang kuat, integratif, dan relevan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
2. Mewujudkan budaya akademik dan riset terapan yang mendukung pengembangan pesantren,
ekonomi umat, dan dunia usaha berbasis syariah.
3. Mengembangkan jiwa dan kompetensi santripreneur yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kemandirian
ekonomi, dan etika usaha.
4. Memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan pesantren dan
ekonomi umat.
5. Mengembangkan jejaring kemitraan strategis dengan pesantren, dunia industri, lembaga keuangan
syariah, dan instansi pemerintah.
6. Mewujudkan tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan berlandaskan
nilai-nilai pesantren.

STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN IBAMA

1. Strategi Bidang Pendidikan dan Pembelajaran
 Mengembangkan kurikulum berbasis pesantren yang mengintegrasikan keilmuan Islam, ilmu
modern, dan kewirausahaan santri.
 Menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan praktik (project-based learning) yang relevan
dengan konteks pesantren dan masyarakat.
 Menginternalisasikan nilai adab dan akhlak pesantren dalam seluruh proses pembelajaran dan
kehidupan kampus.
 Meningkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan, sertifikasi, dan studi lanjut.
2. Strategi Bidang Penelitian
 Mendorong riset terapan yang berfokus pada keilmuan Islam, pesantren, dan ekonomi umat.
 Mengembangkan pusat kajian keilmuan Islam dan santripreneur.
 Meningkatkan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa pada jurnal nasional.
 Memperkuat kolaborasi riset dengan pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga terkait.
3. Strategi Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
 Menyelenggarakan program pengabdian berbasis pemberdayaan pesantren dan masyarakat
sekitar.
 Melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif dalam pendampingan UMKM dan unit usaha
pesantren.
 Mengembangkan program desa binaan berbasis pesantren.
 Mensinergikan pengabdian dengan hasil riset dan kebutuhan riil masyarakat.
4. Strategi Pengembangan Santripreneur
 Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan berbasis syariah secara
berkelanjutan.
 Membentuk inkubator bisnis santri dan mahasiswa.
 Mengembangkan unit-unit usaha pesantren sebagai laboratorium kewirausahaan.
 Menjalin kerja sama dengan dunia usaha, industri halal, dan lembaga keuangan syariah.
5. Strategi Kemitraan dan Daya Saing Nasional
 Membangun jejaring kerja sama dengan pesantren, dunia industri, instansi pemerintah, dan
lembaga keuangan syariah.
 Mengembangkan program magang, praktik kerja, dan wirausaha mahasiswa.
 Meningkatkan visibilitas dan reputasi institusi di tingkat nasional.
 Mendorong keterlibatan alumni dalam pengembangan institusi.
6. Strategi Tata Kelola dan Keberlanjutan Institusi
 Menerapkan sistem penjaminan mutu internal secara konsisten dan berkelanjutan.
 Mengembangkan tata kelola kelembagaan berbasis prinsip good university governance.
 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan akademik dan administrasi.
 Menyusun perencanaan strategis jangka panjang menuju penguatan daya saing institusi.