PELANTIKAN REKTOR DAN WAKIL REKTOR INSTITUT BADRI MASHDUQI PERIODE 2026–2030 Momentum Estafet Kepemimpinan Menuju IBAMA yang Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global

Akademik calendar_today 29 Jul 2026
PELANTIKAN REKTOR DAN WAKIL REKTOR INSTITUT BADRI MASHDUQI PERIODE 2026–2030 Momentum Estafet Kepemimpinan Menuju IBAMA yang Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global

Kraksaan, 29 Juli 2026 – Institut Badri Mashduqi (IBAMA) secara resmi melaksanakan Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Masa Bakti 2026–2030 pada Rabu (29/07/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan IBAMA untuk melanjutkan transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing nasional maupun internasional.


Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan, K.H. Dr. Mukhlisin Sa'ad, M.A., Pembina Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan, Nyai Hj. Zulfa Badri, S.Pd.I., Ketua Yayasan, Ust. Achmad Bashori, M.Pd., Ketua Senat IBAMA, Nyai Hj. Fatimah Al-Zahra, S.H., M.Kn., Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja, K.H. Tauhidullah Badri, Sekretaris Yayasan, Ust. Asmopur, Lc., jajaran Dewan Yayasan Al-Mashduqiah, para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika Institut Badri Mashduqi.


Pada kesempatan tersebut, Yayasan secara resmi melantik jajaran pimpinan Institut Badri Mashduqi Masa Bakti 2026–2030, yaitu:


Rektor: H. Moh. Affan, S.Pd.I., M.Pd.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan SDM: Nuriawati, S.Pd., M.Pd.

Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sarana Prasarana, Riset, dan Kerja Sama: Malikul Habsi, S.Pd., M.Pd.


Pelantikan ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru setelah keberhasilan transformasi STEBI Badri Mashduqi menjadi Institut Badri Mashduqi (IBAMA) berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1803 Tahun 2025.


Ketua Umum Yayasan: Momentum Melompat Lebih Tinggi


Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan, K.H. Dr. Mukhlisin Sa'ad, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan serta mengucapkan selamat kepada Rektor dan Wakil Rektor yang baru.


Beliau menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk membawa IBAMA melangkah lebih jauh.


"Estafet kepemimpinan ini adalah momentum besar untuk membawa IBAMA melompat lebih tinggi."


Beliau juga mengapresiasi kepemimpinan periode sebelumnya yang berhasil meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan kampus, mulai dari berdirinya STEBI Badri Mashduqi pada tahun 2020 hingga bertransformasi menjadi Institut Badri Mashduqi pada tahun 2025 dalam waktu kurang dari enam tahun.


Dalam arahannya, Ketua Umum Yayasan menitipkan sejumlah agenda strategis kepada pimpinan baru, di antaranya:


memperkuat kepemimpinan kolektif dan budaya kerja yang solid;

mempercepat pencapaian akreditasi unggul melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI);

membuka program studi umum, khususnya di bidang teknologi informasi;

mengawal pembukaan Program Magister Studi Islam;

memperkuat transformasi digital dalam tata kelola kampus;

mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kepesantrenan;

menerapkan prinsip Good University Governance yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.


Beliau juga menegaskan komitmen Yayasan untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur, sarana prasarana, riset, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia demi kemajuan Institut Badri Mashduqi.


Pidato Perdana Rektor: Membangun Kampus Berkarakter "Jujur dan Disiplin"


Dalam pidato perdananya sebagai Rektor Institut Badri Mashduqi, H. Moh. Affan, S.Pd.I., M.Pd. mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan kampus sebagai pusat pembentukan karakter, bukan hanya pusat pengembangan ilmu pengetahuan.


Mengawali sambutannya, beliau membagikan pengalaman pribadi saat berada di Singapura serta kisah tentang budaya disiplin dan kejujuran masyarakat di berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi refleksi penting bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh karakter masyarakatnya.


Beliau juga mengenang nilai-nilai pendidikan karakter yang telah lama ditanamkan di Pondok Pesantren Al-Mashduqiah, khususnya budaya kejujuran dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas pesantren.


Atas dasar itulah, Rektor memperkenalkan tagline baru yang diharapkan menjadi identitas seluruh sivitas akademika IBAMA:


"Jujur dan Disiplin."


Menurut beliau, budaya tersebut harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti datang tepat waktu, disiplin mengajar, disiplin bekerja, serta menjaga integritas dalam setiap aktivitas akademik.


Selain membangun karakter, Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika memperkuat semangat kebersamaan.


"Bersama tidak harus sama, tetapi setiap perbedaan harus saling melengkapi, bukan saling bertentangan."


Beliau menegaskan bahwa keberhasilan institusi hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur kampus bergerak dalam satu visi dan saling mendukung sesuai peran masing-masing.


Sebelas Program Prioritas IBAMA 2026–2030


Dalam pidato perdananya, Rektor juga memaparkan sebelas target strategis yang akan menjadi fokus kepemimpinan periode 2026–2030, yaitu:


Pengembangan SDM dosen melalui PKDP, Sertifikasi Dosen, studi doktoral, dan percepatan jenjang jabatan akademik.

Penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkualitas.

Pengembangan sarana dan prasarana kampus.

Peningkatan publikasi ilmiah hingga bereputasi internasional (Scopus).

Penerbitan minimal lima buku ajar setiap tahun.

Pengembangan jurnal ilmiah kampus menuju akreditasi nasional.

Peningkatan jumlah mahasiswa baru minimal 100 mahasiswa setiap tahun melalui berbagai program beasiswa.

Peningkatan prestasi dosen, mahasiswa, dan institusi.

Peningkatan akreditasi institusi dan seluruh program studi.

Pembukaan program studi baru, khususnya bidang umum.

Penguatan seminar, kerja sama, serta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) nasional dan internasional.


Beliau optimistis bahwa dengan dukungan seluruh sivitas akademika, target-target tersebut dapat diwujudkan demi memperkuat posisi IBAMA sebagai perguruan tinggi yang representatif dan kreatif dalam pengembangan pendidikan dan ekonomi.


Susunan Pimpinan dan Pejabat Struktural IBAMA Periode 2026–2030


Selain melantik Rektor dan Wakil Rektor, Yayasan juga menetapkan jajaran pejabat struktural Institut Badri Mashduqi Periode 2026–2030, yang terdiri atas pimpinan fakultas, lembaga, program studi, unit penunjang akademik, laboratorium, humas, pelayanan mahasiswa, hingga berbagai unit strategis lainnya sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan.


Struktur organisasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian visi Institut Badri Mashduqi sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.


Optimisme Menuju Universitas


Mengakhiri pidatonya, Rektor mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta keluarga besar Yayasan Al-Mashduqiah untuk terus menjaga semangat pengabdian, loyalitas, dan kebersamaan dalam membangun kampus.


Beliau menyampaikan harapan besar agar dalam beberapa tahun mendatang Institut Badri Mashduqi dapat berkembang lebih pesat, menambah program studi baru, meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta meningkatkan jumlah mahasiswa.


Dengan penuh optimisme beliau menutup pidatonya dengan harapan besar:


"Biiznillah, Insya Allah, tahun 2030 huruf 'I' akan berganti menjadi 'U'; Institut Badri Mashduqi menjadi Universitas Badri Mashduqi."


Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Institut Badri Mashduqi Periode 2026–2030 menjadi awal perjalanan baru bagi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan kampus yang unggul, berkarakter, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, umat, bangsa, dan negara.