Probolinggo – Kabar membanggakan kembali datang dari Institut Badri Mashduqi (IBAMA). Salah satu dosen terbaik IBAMA, Zainur Ridho, M.E., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, berhasil terpilih sebagai Penerima Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). (LPPM UIN Syahada Padangsidimpuan)
Adapun judul proposal penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan adalah:
"Tekanan Simbolik Religius (Religious Symbolic Pressure) pada Panggilan Haji: Makna Sosial, Ekspektasi Moral, dan Negosiasi Identitas di Tiga Desa Pinggiran Kabupaten Probolinggo."
Penelitian tersebut mengkaji fenomena sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat mengenai makna ibadah haji, tekanan simbolik yang muncul dalam kehidupan sosial, serta bagaimana masyarakat membangun dan menegosiasikan identitas keagamaannya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan kajian sosial keagamaan sekaligus menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Institut Badri Mashduqi dalam mendorong budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperkuat kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Segenap civitas akademika Institut Badri Mashduqi mengucapkan selamat dan sukses kepada Zainur Ridho, M.E. atas capaian yang telah diraih. Semoga amanah ini dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, serta semakin mengharumkan nama Institut Badri Mashduqi di tingkat nasional.
Selamat dan sukses! Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi melalui penelitian yang berdampak bagi kemajuan bangsa.